Serka Dedi Gusperi mengajak siswa SMK Ibnu Sina mempersiapkan diri sejak dini melalui kedisiplinan, menjaga kesehatan, giat belajar, menjauhi pergaulan negatif, serta memperkuat ibadah sebagai bekal meraih cita-cita menjadi prajurit TNI.
Kodim0316] Cita-cita menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) tidak cukup hanya bermodalkan keinginan. Dibutuhkan persiapan sejak dini, kedisiplinan, kesehatan fisik, kemampuan akademik, serta karakter yang kuat untuk menghadapi setiap tahapan seleksi.
Pesan tersebut disampaikan Babinsa 04 Kelurahan Kampung Seraya, Koramil 01/Lubuk Baja, Serka Dedi Gusperi, saat melaksanakan kegiatan anjangsana bersama siswa SMK Ibnu Sina di wilayah Kelurahan Kampung Seraya, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 10.30 hingga 11.30 WIB itu menjadi kesempatan bagi Babinsa untuk memberikan motivasi sekaligus membangun komunikasi dengan generasi muda, khususnya para pelajar yang memiliki keinginan untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara melalui TNI.
Dalam pertemuan tersebut, Serka Dedi menekankan bahwa persiapan menjadi prajurit harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Sikap disiplin, menurutnya, bukan hanya diperlukan ketika mengikuti pendidikan militer, melainkan perlu dibentuk sejak masih duduk di bangku sekolah.
Ia mengingatkan para siswa agar membiasakan diri menaati peraturan, menghormati dan mematuhi nasihat orang tua, serta menggunakan waktu dengan kegiatan yang bermanfaat. Para pelajar juga diminta menghindari kebiasaan keluar malam tanpa kepentingan yang jelas dan tidak mudah terpengaruh oleh teman yang mengajak melakukan aktivitas negatif.
“Kalau ingin menjadi prajurit TNI, persiapkan diri sejak sekarang. Mulailah dari hal-hal sederhana, seperti disiplin, menaati nasihat orang tua, menjaga perilaku, dan menjauhi kegiatan yang dapat merugikan masa depan,” demikian pesan yang disampaikan Babinsa kepada para siswa.
Jaga Kesehatan dan Serius Hadapi Seleksi
Selain membangun kedisiplinan, Serka Dedi mengingatkan bahwa kesehatan fisik merupakan salah satu aspek penting yang harus diperhatikan oleh calon prajurit TNI.
Para siswa didorong untuk menjaga kondisi tubuh, membiasakan pola hidup sehat, serta melakukan latihan fisik secara teratur dan terukur. Persiapan tersebut perlu dilakukan secara konsisten agar mereka memiliki kesiapan ketika menghadapi tahapan seleksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Namun, persiapan fisik saja tidak cukup. Para siswa juga diminta tetap memprioritaskan pendidikan dan belajar dengan sungguh-sungguh untuk memperoleh hasil akademik yang baik.
Menurutnya, masa sekolah merupakan waktu penting untuk membangun kemampuan, memperluas pengetahuan, serta membentuk pola pikir yang matang. Karena itu, keinginan menjadi anggota TNI hendaknya menjadi motivasi tambahan bagi siswa untuk semakin rajin belajar, bukan justru mengabaikan kewajiban sebagai pelajar.
Babinsa juga mengingatkan para siswa agar menjauhi narkoba dan obat-obatan terlarang, tidak terlibat balap liar, serta menghindari pergaulan yang berpotensi merusak kesehatan, kedisiplinan, dan masa depan.
Bentuk Karakter Positif Sejak Bangku Sekolah
Dalam arahannya, Serka Dedi turut mengajak para siswa menunjukkan perilaku yang mencerminkan karakter generasi muda yang bertanggung jawab.
Hal sederhana seperti menggunakan helm saat berkendara, menaati peraturan lalu lintas, menghormati guru, serta menjaga sopan santun perlu menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga mendorong para siswa untuk aktif mengikuti kegiatan positif di sekolah, seperti Pramuka maupun organisasi kesiswaan. Melalui kegiatan tersebut, pelajar dapat belajar tentang kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, dan kemampuan berorganisasi.
Nilai-nilai tersebut dinilai penting dalam membentuk pribadi yang tangguh dan mampu bekerja sama dengan orang lain. Sebab, menjadi prajurit TNI bukan semata-mata tentang kekuatan fisik, tetapi juga menyangkut sikap, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kesediaan mengutamakan kepentingan bangsa.
Serka Dedi menegaskan bahwa setiap cita-cita membutuhkan usaha dan komitmen yang kuat. Para siswa diharapkan tidak hanya bersemangat ketika membicarakan keinginan menjadi prajurit, tetapi juga mampu membuktikannya melalui kebiasaan baik yang dilakukan setiap hari.
Tekad Kuat dan Ibadah Menjadi Landasan
Menutup arahannya, Babinsa berpesan agar para siswa senantiasa menjaga hubungan baik dengan orang tua, guru, dan lingkungan sekitar. Ia juga mengingatkan pentingnya memperkuat ibadah sesuai dengan keyakinan masing-masing sebagai landasan moral dalam menjalani kehidupan.
Menurutnya, tekad yang kuat harus diiringi dengan usaha nyata, perilaku terpuji, dan doa. Dengan demikian, para pelajar dapat tumbuh menjadi generasi muda yang memiliki tujuan hidup jelas, mampu menghadapi tantangan, serta tidak mudah menyerah dalam mengejar cita-cita.
Kegiatan anjangsana tersebut menjadi bagian dari upaya Babinsa untuk membangun kedekatan dengan kalangan pelajar sekaligus menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat menggapai masa depan.
Melalui komunikasi langsung dengan siswa SMK Ibnu Sina, diharapkan pesan-pesan positif tersebut dapat menjadi dorongan bagi para pelajar untuk terus memperbaiki diri, memanfaatkan masa sekolah dengan sebaik-baiknya, dan mempersiapkan masa depan melalui jalur yang mereka cita-citakan.
Kegiatan komunikasi sosial itu berakhir pada pukul 11.30 WIB dalam keadaan aman dan lancar.

