Latihan digelar untuk menguji kecepatan respons, memperkuat koordinasi lintas sektor, dan memastikan personel siap menghadapi kebakaran hutan dan lahan di Batam.
Kodim0316] Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak bisa ditangani setelah api membesar. Kesiapan personel, kecepatan informasi, hingga koordinasi di lapangan harus dibangun sejak sebelum bencana terjadi.
Atas dasar itu, Kodim 0316/Batam bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Batam menggelar latihan dalam satuan operasi penanganan karhutla, Selasa (1/9/2026).
Latihan tersebut melibatkan personel Kodim 0316/Batam dan Damkar Kota Batam. Kegiatan diarahkan untuk menguji kesiapan personel sekaligus membangun pola kerja bersama ketika menghadapi situasi kebakaran di wilayah Batam.
Bagi aparat, karhutla bukan sekadar persoalan memadamkan api. Kondisi lapangan yang berubah cepat membuat setiap unsur harus memahami tugas, jalur koordinasi, serta langkah yang harus diambil sejak informasi awal diterima.
Komandan Kodim 0316/Batam Kolonel Arh Yan Eka Putra menegaskan bahwa kesiapsiagaan harus dibangun sebelum kejadian sebenarnya berlangsung.
“Kita harus selalu siap menghadapi kemungkinan terjadinya karhutla. Latihan seperti ini penting untuk memastikan personel memahami tugasnya dan mampu bergerak secara cepat, terkoordinasi serta tetap mengutamakan keselamatan,” ujar Yan Eka Putra.
Menurut dia, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan banyak unsur. TNI, pemerintah daerah, Damkar, aparat terkait hingga masyarakat memiliki peran masing-masing dalam mencegah maupun menangani kebakaran.
Bukan Menunggu Api Membesar
Latihan gabungan tersebut menjadi momentum untuk menyamakan langkah antarpersonel. Setiap unsur dituntut mampu bergerak sesuai fungsi sehingga penanganan di lapangan tidak berjalan sendiri-sendiri.
Pasi Ops Kodim 0316/Batam Kapten Hasanudin P Siregar mengatakan latihan merupakan bagian dari upaya meningkatkan kemampuan satuan dalam melaksanakan operasi penanganan karhutla.
“Latihan ini untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel sekaligus memperkuat sinergi antara Kodim 0316/Batam dengan Damkar Kota Batam. Ketika terjadi karhutla, seluruh unsur harus mengetahui apa yang harus dilakukan dan bagaimana berkoordinasi di lapangan,” kata Hasanudin.
Ia menjelaskan, kecepatan memperoleh informasi menjadi salah satu faktor penting dalam mengendalikan kebakaran. Semakin cepat titik api diketahui dan ditindaklanjuti, semakin besar peluang kebakaran dapat dikendalikan sebelum meluas.
Karena itu, komunikasi menjadi bagian penting dalam latihan. Personel tidak hanya dituntut mampu melaksanakan tugas teknis, tetapi juga memahami mekanisme koordinasi selama operasi berlangsung.
Masyarakat Jadi Garda Terdepan Pencegahan
Kodim 0316/Batam juga mengingatkan bahwa upaya menghadapi karhutla tidak semata-mata menjadi tanggung jawab aparat.
Pencegahan justru menjadi langkah pertama yang harus dilakukan. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di kawasan yang memiliki vegetasi kering dan mudah terbakar.
Yan Eka Putra mengatakan masyarakat memiliki peran penting dalam mendeteksi potensi kebakaran sejak dini.
“Peran masyarakat sangat penting. Apabila melihat adanya potensi atau titik api, segera laporkan kepada pihak terkait agar dapat ditangani sedini mungkin,” ujarnya.
Menurutnya, laporan cepat dari masyarakat dapat membantu aparat mengambil tindakan sebelum api berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.
Kesiapan Diuji Sebelum Darurat
Latihan bersama Kodim 0316/Batam dan Damkar Kota Batam menjadi bagian dari langkah antisipatif menghadapi potensi karhutla di wilayah Batam.
Melalui latihan, personel diharapkan semakin memahami prosedur operasi, pembagian tugas dan pola komunikasi ketika menghadapi kondisi darurat.
Bagi Kodim 0316/Batam, kesiapsiagaan bukan hanya persoalan jumlah personel dan peralatan. Kemampuan bekerja sebagai satu tim menjadi faktor penting agar respons terhadap kebakaran dapat dilakukan secara cepat dan terukur.
Dengan koordinasi lintas sektor yang semakin kuat, potensi karhutla diharapkan dapat ditekan sejak dini. Api jangan sampai menunggu membesar untuk kemudian ditangani.

