Dandim 0316/Batam Kolonel Arh Yan Eka Putra mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan atau membakar sampah sembarangan di tengah cuaca panas dan angin kencang.
Kodim0316] Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat di Kota Batam, Kepulauan Riau. Memasuki periode cuaca panas yang disertai angin kencang, jajaran Kodim 0316/Batam bersama unsur terkait meningkatkan sosialisasi dan patroli di sejumlah wilayah yang dinilai memiliki potensi terjadinya karhutla.
Di Kecamatan Sagulung, tiga Babinsa dari Koramil 02/Sekupang melaksanakan kegiatan sosialisasi, patroli, serta pemasangan banner peringatan karhutla pada Minggu (30/8/2026). Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB itu dilakukan bersamaan dengan komunikasi sosial (komsos) bersama warga di sejumlah lokasi yang berpotensi terjadi kebakaran.
Kegiatan tersebut melibatkan Babinsa se-Kecamatan Sagulung, Bhabinkamtibmas Polsek Sagulung, personel pemadam kebakaran (Damkar), Ditpam, perangkat RT dan RW, serta masyarakat setempat.
Patroli dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi wilayah sekaligus mengidentifikasi titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi munculnya kebakaran. Selain patroli, personel gabungan juga memasang banner imbauan karhutla agar pesan pencegahan dapat terlihat dan diingat masyarakat.
Komandan Kodim 0316/Batam Kolonel Arh Yan Eka Putra, S.Sos., menegaskan bahwa pencegahan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat.
Menurut dia, kondisi cuaca panas dan angin kencang dapat membuat api lebih cepat membesar dan menyebar apabila terjadi kebakaran. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api.
Jangan sekali-kali membakar sembarangan, baik sampah maupun lahan kosong. Saat kondisi cuaca panas dan angin kencang, api sangat mudah merambat dan dapat menimbulkan kebakaran yang lebih luas,” ujar Yan Eka Putra.
Ia mengatakan, langkah pencegahan harus dilakukan sejak dini. Salah satunya melalui patroli bersama, sosialisasi secara langsung kepada warga, serta pemasangan tanda atau banner peringatan di kawasan yang dianggap rawan.
Dandim juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan adanya aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran maupun ketika melihat munculnya titik api.
“Kita mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Kalau melihat ada titik api atau kegiatan pembakaran yang berpotensi menimbulkan karhutla, segera laporkan sehingga dapat ditangani lebih cepat,” katanya.

Libatkan Banyak Unsur
Dalam kegiatan di Sagulung, personel gabungan tidak hanya memberikan imbauan dari satu tempat, tetapi juga menyambangi warga dan melakukan patroli bersama di wilayah yang dianggap rawan.
Babinsa menyampaikan sejumlah pesan pencegahan, terutama larangan membakar sampah dan lahan secara sembarangan.
Warga juga diingatkan agar tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan. Puntung rokok maupun benda lain yang dapat memicu api juga perlu diperhatikan, terutama ketika berada di sekitar lahan terbuka atau kawasan yang memiliki vegetasi kering.
Selain menyampaikan pesan terkait karhutla, Babinsa turut mengingatkan warga untuk menjaga kondisi kesehatan di tengah perubahan cuaca.
Masyarakat diminta menjaga pola makan dan kesehatan tubuh karena kondisi cuaca yang tidak menentu dapat memengaruhi kondisi fisik, terutama bagi warga yang banyak melakukan aktivitas di luar ruangan.
Dalam kegiatan tersebut, tim gabungan juga membagikan masker kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan warga.
Pemasangan banner karhutla menjadi salah satu langkah untuk memperkuat edukasi publik. Banner ditempatkan pada titik yang mudah terlihat masyarakat sehingga dapat menjadi pengingat agar warga tidak melakukan aktivitas pembakaran secara sembarangan.
Pencegahan Dimulai dari Lingkungan
Dandim 0316/Batam menilai peran masyarakat sangat penting dalam mencegah terjadinya karhutla. Menurutnya, aparat memiliki keterbatasan dalam melakukan pemantauan seluruh wilayah sehingga informasi dari masyarakat menjadi bagian penting dalam sistem pencegahan.
“Kita ingin pencegahan dilakukan bersama-sama. Aparat melakukan patroli dan sosialisasi, sementara masyarakat ikut menjaga lingkungannya masing-masing. Dengan kepedulian bersama, potensi kebakaran dapat ditekan,” ujar Yan.
Ia menambahkan, sinergi antara TNI, Polri, pemadam kebakaran, Ditpam, perangkat pemerintahan di tingkat RT/RW, dan masyarakat perlu terus dijaga.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat deteksi apabila terjadi kebakaran sekaligus meningkatkan kesadaran warga mengenai bahaya membuka lahan dengan cara membakar.
Kegiatan patroli dan sosialisasi di Kecamatan Sagulung berakhir sekitar pukul 11.00 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan lancar.
Kodim 0316/Batam bersama jajaran kewilayahan akan terus mendorong langkah-langkah preventif di wilayah binaan sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kota Batam.

