Home » Dandim 0316/Batam Hadiri Peletakan Batu Pertama Tugu Raja Ali–Marhum Pulau Bayan YDM V, Perkuat Sinergi Pembangunan dan Pelestarian Warisan Budaya Melayu

Dandim 0316/Batam Hadiri Peletakan Batu Pertama Tugu Raja Ali–Marhum Pulau Bayan YDM V, Perkuat Sinergi Pembangunan dan Pelestarian Warisan Budaya Melayu

Tugu Baru di Gerbang Kota Batam Diharapkan Menjadi Simbol Penghormatan Sejarah, Memperkuat Identitas Melayu, serta Mencerminkan Kolaborasi Erat Pemerintah Daerah, TNI, dan Seluruh Pemangku Kepentingan

Kodim0316]  Komandan Kodim (Dandim) 0316/Batam Kolonel Arh Yan Eka Putra, S.Sos., menghadiri prosesi peletakan batu pertama pembangunan Tugu Bundaran Raja Ali–Marhum Pulau Bayan YDM V yang dipimpin Wali Kota Batam di Bundaran Jalan Hang Tuah menuju Bandara Hang Nadim, Kecamatan Nongsa, Jumat (10/7/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.40 WIB tersebut menjadi momentum penting dimulainya pembangunan salah satu ikon baru Kota Batam yang tidak hanya berfungsi sebagai elemen penataan kawasan perkotaan, tetapi juga sebagai simbol penghormatan terhadap sejarah dan budaya Melayu yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjang daerah tersebut.

Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat Pemerintah Kota Batam, Badan Pengusahaan (BP) Batam, pimpinan instansi vertikal, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta berbagai unsur lainnya yang memberikan dukungan terhadap pembangunan tugu tersebut.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi tamu undangan, kemudian pembukaan acara yang dilanjutkan paparan Deputi Bidang Infrastruktur mengenai rencana pembangunan. Setelah itu, Kepala BP Batam menyampaikan sambutan yang menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur yang tetap mengedepankan nilai sejarah dan budaya lokal.

Prosesi inti berupa peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Wali Kota Batam sebagai tanda dimulainya pembangunan Tugu Raja Ali–Marhum Pulau Bayan YDM V. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa tolak bala yang dipanjatkan sebagai harapan agar seluruh tahapan pembangunan berjalan aman, lancar, serta membawa manfaat bagi masyarakat Kota Batam.

Dalam sambutannya, Wali Kota Batam menyampaikan bahwa pembangunan tugu tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap tokoh sejarah Melayu sekaligus upaya memperkuat identitas budaya daerah di tengah pesatnya perkembangan Kota Batam sebagai kawasan industri, perdagangan, investasi, dan pariwisata.

“Pembangunan Tugu Raja Ali–Marhum Pulau Bayan YDM V diharapkan menjadi simbol penghormatan terhadap nilai-nilai sejarah Melayu sekaligus mempercantik wajah Kota Batam sebagai daerah yang terus berkembang,” ujar Wali Kota.

Keberadaan tugu di kawasan Bundaran Jalan Hang Tuah yang merupakan salah satu jalur utama menuju Bandara Hang Nadim diharapkan menjadi landmark baru yang mudah dikenali masyarakat maupun wisatawan. Selain memperindah kawasan, tugu tersebut juga diharapkan mampu memperkuat citra Batam sebagai kota modern yang tetap menjunjung tinggi akar sejarah dan budaya Melayu.

Kehadiran Dandim 0316/Batam Kolonel Arh Yan Eka Putra bersama unsur Forkopimda dalam kegiatan tersebut menunjukkan komitmen TNI untuk terus mendukung berbagai program pembangunan daerah. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, BP Batam, dan seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Melalui kolaborasi yang solid tersebut, pembangunan berbagai infrastruktur strategis di Kota Batam diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu menjaga nilai-nilai sejarah, budaya, dan jati diri daerah agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *