Pendekatan persuasif dilakukan untuk menjaga kenyamanan lingkungan perdagangan di tengah meningkatnya aktivitas jual beli di Nongsa
Kodim0316] Aparat kewilayahan di Kota Batam melakukan penertiban lapak pedagang di kawasan Samerland, Kecamatan Nongsa, guna menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan perdagangan. Kegiatan ini dilakukan oleh Babinsa Kelurahan Batu Besar, Sertu M. Husni, pada Rabu, 6 Mei 2026.
Sejak pagi, Husni menyusuri area yang menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat tersebut. Ia mendatangi sejumlah lapak pedagang yang dinilai kurang tertata, lalu memberikan imbauan secara langsung agar pedagang memperhatikan kebersihan dan kerapian tempat berjualan.
Dalam kegiatan tersebut, pendekatan yang digunakan bersifat persuasif. Husni tidak hanya memberikan teguran, tetapi juga menyampaikan edukasi singkat terkait pentingnya menjaga lingkungan yang bersih dan tertib, baik bagi pedagang maupun pembeli.
“Kami mengingatkan agar pedagang tetap menjaga kebersihan dan kerapian. Ini penting untuk kenyamanan bersama,” kata Husni di sela kegiatan.
Menurut dia, penataan lapak menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kenyamanan pengunjung. Kawasan yang rapi dan bersih dinilai lebih menarik bagi pembeli, sehingga berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi pedagang.
Sejumlah pedagang terlihat merespons imbauan tersebut dengan langsung merapikan barang dagangan mereka. Beberapa di antaranya juga membersihkan area sekitar lapak dari sampah yang berserakan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan teritorial yang rutin dilakukan aparat TNI di wilayah binaan. Selain menjaga keamanan, Babinsa juga memiliki peran dalam mendorong terciptanya lingkungan yang sehat dan tertib di tengah masyarakat.
Husni menilai, kesadaran pedagang menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan ketertiban di kawasan tersebut. Tanpa keterlibatan aktif dari para pelaku usaha, upaya penataan dinilai tidak akan berjalan optimal.
Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini tidak dimaksudkan sebagai tindakan penertiban semata, melainkan sebagai upaya membangun kesadaran kolektif. Lingkungan yang bersih, menurut dia, akan berdampak langsung pada kenyamanan pembeli dan kelangsungan usaha pedagang.
Kawasan Samerland selama ini dikenal sebagai salah satu titik perdagangan yang cukup ramai di Kecamatan Nongsa. Dengan jumlah pedagang yang terus bertambah, kebutuhan akan penataan yang lebih teratur menjadi semakin mendesak.
Aparat kewilayahan menyatakan akan terus melakukan pemantauan secara berkala guna memastikan kondisi kawasan tetap terjaga. Pendekatan dialogis disebut akan tetap diutamakan dalam setiap kegiatan pembinaan di lapangan.
Melalui langkah ini, aparat berharap tercipta keseimbangan antara aktivitas ekonomi dan kenyamanan lingkungan, sehingga kawasan perdagangan dapat berkembang secara tertib dan berkelanjutan.

