Solidaritas Kota Batam untuk Tiga Provinsi Terdampak Bencana Alam
Kodim0316] Komandan Distrik Militer (Dandim) 0316/Batam Kolonel Arh Yan Eka Putra, S.Sos., menghadiri pelaksanaan Doa Kebangsaan yang digelar Pemerintah Kota Batam sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kegiatan berlangsung khidmat di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Selasa (02/12/2025), dan dipimpin langsung oleh Wali Kota Batam H. Amsakar Ahmad.
Acara doa bersama ini dihadiri jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga ratusan warga yang datang untuk mendoakan keselamatan saudara-saudara mereka di wilayah yang tengah dilanda bencana banjir dan longsor.
Bentuk Solidaritas dan Kepedulian Nasional
Dalam kesempatan tersebut, Dandim 0316/Batam menegaskan bahwa doa kebangsaan ini merupakan salah satu wujud nyata persatuan bangsa Indonesia di tengah ujian bencana. Ia menyebut bahwa kebersamaan dan kepedulian sosial menjadi kekuatan terbesar bangsa dalam menghadapi berbagai peristiwa alam.
“Melalui doa bersama ini, kita berharap masyarakat yang terdampak diberi kekuatan dan ketabahan. Kami di Batam siap memberikan dukungan moral maupun bantuan lain yang dibutuhkan di lapangan,” ujar Dandim.
Menurut dia, TNI bersama seluruh komponen masyarakat harus terus meningkatkan kesiapsiagaan, terutama dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar bantuan dapat tersalurkan dengan cepat dan tepat sasaran.

Wali Kota Batam Ajak Perkuat Semangat Persaudaraan
Sementara itu, Wali Kota Batam H. Amsakar Ahmad dalam sambutannya mengajak masyarakat Kota Batam untuk terus memperkuat rasa persatuan dan solidaritas terhadap sesama. Ia menilai bahwa semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat adalah modal penting dalam membantu saudara-saudara di provinsi lain.
“Bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat bukan hanya duka bagi mereka, tapi juga duka bagi kita semua. Melalui doa ini, kita memohon agar musibah segera berlalu dan masyarakat di daerah terdampak diberi kekuatan untuk bangkit,” ujarnya.
Amsakar juga mengapresiasi kehadiran unsur TNI, Polri, lembaga keagamaan, dan komunitas masyarakat yang telah ikut serta menyukseskan kegiatan doa kebangsaan tersebut.
Doa Lintas Agama untuk Indonesia
Bagian akhir acara ditutup dengan pembacaan doa lintas agama yang dipanjatkan secara khusyuk oleh perwakilan lima agama. Suasana hening menyelimuti area Dataran Engku Putri ketika para pemuka agama memimpin doa untuk keselamatan, ketabahan, dan pemulihan warga di wilayah terdampak.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk mempertebal semangat persatuan di tengah masyarakat Kota Batam. Selain doa, pemerintah daerah bersama instansi terkait juga disebut sedang menyiapkan langkah-langkah koordinasi untuk penggalangan bantuan bagi para korban bencana.
Masyarakat yang hadir berharap agar kondisi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat segera pulih, serta seluruh upaya penanganan bencana dapat berjalan lancar.

