Kodim0316] Dalam semangat mempererat hubungan dengan masyarakat binaan, Babinsa Pemping Koramil 05/Belakang Padang, Serda Roni Sitorus, melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (Komsos) bersama para pengrajin boat di wilayah pesisir Kecamatan Belakang Padang, Rabu (15/10/2025). Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 09.00 WIB dan menjadi salah satu bentuk nyata peran TNI di tengah masyarakat, terutama dalam mendengar langsung persoalan ekonomi yang dihadapi warga pesisir dan nelayan setempat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Bapak Herman selaku pengelola galangan boat tradisional, Bapak Miswan dan Bapak Yatno sebagai tukang pembuat boat. Suasana perbincangan berlangsung hangat di tengah aktivitas pembuatan kapal kayu yang masih dikerjakan secara manual oleh para pengrajin lokal.
Kondisi Ekonomi Pesisir dan Naiknya Harga Bahan
Dalam pertemuan itu, Bapak Herman menjelaskan bahwa para pengrajin boat kini menghadapi tantangan besar akibat kenaikan harga bahan material utama seperti kayu, cat, dan bahan pelapis.
> “Semua bahan sekarang naik, dari kayu sampai bahan pendukung lainnya. Kami mau tak mau harus menyesuaikan harga pembuatan boat dengan kondisi terbaru,” ujar Herman.
Kenaikan harga bahan tersebut tidak hanya berdampak pada proses produksi, tetapi juga pada daya beli masyarakat. Pesanan dari nelayan yang biasanya ramai kini menurun drastis. Herman menuturkan, salah satu penyebabnya adalah menurunnya hasil tangkapan ikan yang berdampak langsung terhadap pendapatan para nelayan.
“Sekarang pesanan sepi, nelayan pun banyak yang mengeluh karena hasil tangkapan berkurang. Kalau mereka susah dapat ikan, otomatis pembuatan boat juga sepi,” tambahnya.
Babinsa Serap Aspirasi dan Beri Dorongan Semangat
Menanggapi hal tersebut, Serda Roni Sitorus menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya terhadap semangat kerja para pengrajin boat lokal yang tetap bertahan di tengah tekanan ekonomi. Menurutnya, kegiatan Komsos seperti ini menjadi sarana penting untuk menyerap aspirasi masyarakat, sekaligus memperkuat tali silaturahmi antara TNI dan warga binaan.
> “Kami Babinsa hadir bukan hanya untuk pengamanan wilayah, tetapi juga untuk mendengar langsung apa yang menjadi kesulitan warga. Ilmu yang kami dapat hari ini, terutama tentang pembuatan boat, bisa menjadi bekal dalam memahami kondisi sosial ekonomi masyarakat pesisir,” kata Serda Roni.
Babinsa juga mengimbau agar para pengrajin dan nelayan tetap menjaga semangat serta terus menjalin komunikasi aktif dengan aparat terkait apabila menghadapi kendala bahan atau izin usaha.
Peran Galangan Boat Lokal bagi Ekonomi Pesisir
Pembuatan boat tradisional di Belakang Padang memiliki nilai ekonomi sekaligus kultural yang penting. Selain menjadi tulang punggung mobilitas nelayan dan transportasi antarpulau, kegiatan ini juga menyerap tenaga kerja lokal. Namun, dengan naiknya harga bahan baku dan melemahnya daya beli nelayan, keberlangsungan industri kecil ini kini menghadapi ancaman serius.
Pemerhati sosial pesisir di Batam menyebutkan bahwa galangan boat tradisional merupakan “urat nadi ekonomi rakyat” di wilayah pulau-pulau kecil seperti Pemping, Kasu, dan Pecong. Bila aktivitas ini lesu, maka rantai ekonomi dari nelayan hingga pemasok bahan ikut terpengaruh.
Sinergi TNI dan Masyarakat untuk Ketahanan Sosial
Kegiatan Komsos ini menjadi bagian dari upaya Koramil 05/Belakang Padang di bawah jajaran Kodim 0316/Batam untuk terus memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir. Pendekatan humanis dan dialog langsung dengan warga dinilai efektif dalam memahami persoalan lapangan yang sering luput dari perhatian pihak luar.
Kegiatan selesai pada pukul 10.30 WIB dalam keadaan aman dan tertib.
Melalui kegiatan sederhana namun bermakna ini, semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat kembali diperkuat sebuah simbol nyata bahwa pertahanan negara tidak hanya di medan tempur, tetapi juga dalam menjaga denyut kehidupan rakyat kecil di tepian negeri.

