Kodim0316] Malam itu, Selasa (23/9/2025), udara Kecamatan Galang terasa sejuk setelah hujan sore reda. Sekitar pukul 20.00 WIB, dua prajurit Koramil 04/Galang Kodim 0316/Batam bersiap menjalankan tugas. Mereka tidak sendiri, seorang tokoh pemuda setempat ikut bergabung. Malam panjang di Galang akan mereka lalui dengan berkeliling kampung, memastikan warganya tidur dengan tenang.
Patroli siskamling malam itu dimulai dari simpang dapur 3, salah satu titik keramaian warga yang masih aktif hingga larut. Beberapa warung kopi dan kedai sederhana tampak ramai dengan obrolan warga. Kehadiran aparat langsung menarik perhatian. Namun, suasana tidak kaku. Para personel Koramil menyapa hangat, menanyakan kabar, sembari menyelipkan pesan sederhana: jaga keamanan lingkungan, tetap waspada, jangan lengah.
Perjalanan dilanjutkan menuju wilayah Sungai Raya. Di sini, kondisi lebih lengang, hanya sesekali motor warga melintas. Lampu jalan seadanya, ditambah gelapnya pepohonan di kiri kanan, membuat kawasan ini sering menjadi titik rawan. Personel Koramil mengamati dengan saksama, memastikan tidak ada aktivitas yang mencurigakan. “Patroli malam seperti ini penting, apalagi di titik sepi. Kita ingin warga merasa tenang, sekaligus mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar salah seorang prajurit.
Rute terakhir membawa rombongan kecil ini ke jalur Trans Barelang, Dam Legong. Lokasi ini terkenal sebagai kawasan perlintasan menuju pulau-pulau sekitar Batam. Meski tak seramai siang hari, beberapa kendaraan tetap melintas. Di warung pinggir jalan, petugas kembali berhenti, menyapa warga, dan memberikan himbauan tentang Kamtibmas.
Tujuan patroli bukan sekadar mengawasi. Lebih dari itu, kegiatan ini dimaksudkan untuk membangun kedekatan dengan masyarakat. Dengan pendekatan humanis, aparat TNI ingin menumbuhkan kesadaran bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama. “Kamtibmas itu tidak bisa dititipkan. Warga harus ikut berperan aktif, baru suasana aman benar-benar bisa terjaga,” kata tokoh pemuda yang ikut serta malam itu.
Sekitar pukul 22.00 WIB, patroli selesai. Tidak ada insiden, tidak ada gangguan. Namun ada yang tersisa: rasa aman, rasa diperhatikan, dan rasa kebersamaan antara aparat dengan masyarakat.
Bagi Galang, sebuah wilayah hinterland Batam yang strategis, kegiatan sederhana seperti ini punya arti besar. Ia menjadi tameng pertama untuk mencegah potensi gangguan keamanan, sekaligus mempererat hubungan sosial di tingkat akar rumput. Malam itu, Galang membuktikan bahwa keamanan bisa diwujudkan dengan kebersamaan, tanpa perlu keramaian, cukup dengan kepedulian.

