Home » Penghormatan untuk Pahlawan Melayu, Dandim 0316/Batam Hadiri Peresmian Patung Ksatria Hang Nadim

Penghormatan untuk Pahlawan Melayu, Dandim 0316/Batam Hadiri Peresmian Patung Ksatria Hang Nadim

Kodim0316]  Kota Batam kini memiliki ikon baru yang sarat dengan nilai sejarah dan budaya. Pada Minggu (14/9/2025), Patung Ksatria Hang Nadim resmi diresmikan di Pangkalan Udara (Lanud) Hang Nadim Batam oleh Panglima Komando Daerah Udara I (Pangkodau I), Marsda TNI Muzafar, S.Sos., M.M.

Acara peresmian berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kepri, tokoh masyarakat, serta ratusan undangan. Sejumlah pejabat hadir, antara lain Wali Kota Batam Dr. H. Amsakar Achmad, S.Sos., M.Si., Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau H. Iman Sutiawan, S.E., dan Komandan Kodim  (Dandim) 0316/Batam Letkol Arh Yan Eka Putra, S.Sos.

Simbol Keberanian dan Pengabdian

Prosesi peresmian diawali dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti oleh Pangkodau I. Patung Ksatria Hang Nadim dihadirkan sebagai simbol penghormatan terhadap sosok Laksamana Hang Nadim, pahlawan besar Melayu yang dikenal karena kecerdikan, keberanian, dan pengabdiannya dalam mempertahankan tanah air dari ancaman penjajah.

Komandan Lanud Hang Nadim, Letkol Pnb Hendro Sukamdani, M.Tr.Opsla., menegaskan bahwa monumen ini tidak hanya berfungsi sebagai hiasan, tetapi juga memiliki makna historis yang dalam.

“Nama Hang Nadim yang diabadikan sebagai identitas Lanud bukan sekadar penamaan. Monumen ini adalah pengingat abadi tentang nilai kepahlawanan, keberanian, dan pengabdian yang diwariskan oleh Laksamana Hang Nadim. Generasi muda perlu meneladani semangat ini dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Danlanud.

 

Menyatu dengan Lingkungan

Selain peresmian patung, kegiatan juga dirangkaikan dengan penanaman pohon di kawasan Taman Raja Melayu, Lanud Hang Nadim. Aksi ini menjadi simbol kepedulian TNI AU terhadap kelestarian lingkungan sekaligus pesan moral bahwa pembangunan dan modernisasi harus berjalan seiring dengan pelestarian alam.

Pangkodau I Marsda TNI Muzafar dalam sambutannya menekankan pentingnya keseimbangan antara kemajuan dan warisan budaya.

“Kita ingin menjadikan Lanud Hang Nadim tidak hanya sebagai pangkalan militer, tetapi juga sebagai pusat nilai-nilai perjuangan dan simbol kepedulian terhadap lingkungan. Patung ini akan menjadi pengingat akan sejarah, sementara taman yang kita rawat bersama adalah warisan untuk generasi mendatang,” ucapnya.

Kehadiran Tokoh Daerah dan Sinergi TNI-Rakyat

Kehadiran Wali Kota Batam, Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau, dan Dandim 0316/Batam menandai eratnya sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat dalam melestarikan sejarah serta menjaga harmoni pembangunan.

Dandim 0316/Batam Letkol Arh Yan Eka Putra, S.Sos., yang turut hadir, menyampaikan apresiasi atas inisiatif pembangunan monumen tersebut. Menurutnya, patung Hang Nadim akan menjadi sumber inspirasi sekaligus pengingat bahwa perjuangan dan pengabdian tidak pernah lekang oleh waktu.

Ikon Baru Batam

Dengan berdirinya Patung Ksatria Hang Nadim, Batam memiliki ikon baru yang tidak hanya memperindah kawasan Lanud, tetapi juga memperkuat identitas budaya Melayu di tengah arus modernisasi. Monumen ini diharapkan menjadi salah satu destinasi edukatif, tempat generasi muda belajar tentang nilai sejarah dan kepahlawanan.

Peresmian ini sekaligus menjadi momentum penting bagi masyarakat Batam dan Kepri untuk terus menjaga marwah sejarah, merawat nilai-nilai luhur, serta memperkuat kebanggaan terhadap warisan leluhur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *