Kegiatan komunikasi sosial yang digelar di Batam menjadi wadah mempererat sinergi TNI, pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat dalam mendukung program prioritas nasional.
Kodim0316] Komando Distrik Militer (Kodim) 0316/Batam menggelar kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) TNI dengan Komponen Masyarakat Tahun Anggaran 2026 di Ballroom Ferdinand, Lantai 2 Pasifik Hotel Batu Ampar, Kota Batam, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut mengusung tema “Dengan Komunikasi Sosial TNI Kita Dukung Program Pemerintah dalam Mewujudkan Asta Cita Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2026.” Acara berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar hingga selesai pada pukul 12.30 WIB, dengan jumlah peserta sekitar 225 orang.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis TNI AD melalui Kodim 0316/Batam dalam memperkuat hubungan harmonis antara TNI dengan seluruh komponen masyarakat. Melalui forum ini, diharapkan tercipta kesamaan visi dalam menjaga stabilitas wilayah serta mendukung percepatan pembangunan nasional.
Hadirkan Unsur TNI, Pemerintah, Akademisi, dan Masyarakat
Kegiatan Komsos ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh penting dari berbagai unsur, di antaranya Dandim 0316/Batam, Riama Manurung selaku Kepala Badan Kesbangpol Kota Batam mewakili Wali Kota Batam, Letkol Inf Dwi P dari Ster Mabes TNI, Pasi Pers Kodim 0316/Batam Mayor Caj Ahmad Diam mewakili Dandim 0316/Batam, para perwira Kodim 0316/Batam, Ketua Komunitas Komando Driver Online Feri, pengusaha muda Vitra, serta akademisi Universitas Batam Fendi Hidayat.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam membangun ketahanan wilayah yang kuat dan berkelanjutan.
Tekankan Pentingnya Cinta Tanah Air
Dalam paparannya, Kepala Kesbangpol Kota Batam menekankan pentingnya menumbuhkan semangat cinta tanah air sebagai fondasi utama menjaga persatuan bangsa.
Ia menjelaskan bahwa patriotisme dan nasionalisme menjadi modal utama untuk menjaga kejayaan Indonesia di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Menurutnya, cinta tanah air tidak hanya diwujudkan melalui slogan, melainkan melalui tindakan nyata seperti menghormati simbol negara, mencintai produk dalam negeri, serta memahami sejarah perjuangan bangsa.
“Cinta tanah air merupakan pilar utama identitas kebangsaan. Loyalitas dan pengabdian kepada bangsa harus terus dipupuk agar generasi penerus memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat,” ujarnya.
Wawasan Kebangsaan dan Tantangan Masa Kini
Materi berikutnya disampaikan oleh Kapten Inf Sahrudi yang membahas wawasan kebangsaan dengan fokus pada pembangunan karakter bangsa guna memperkuat ketahanan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa ketahanan nasional tidak dapat dibangun hanya oleh pemerintah atau TNI semata, tetapi membutuhkan kebersamaan seluruh elemen masyarakat.
Ia juga menyoroti berbagai tantangan bangsa saat ini, seperti penyalahgunaan narkoba, pengaruh globalisasi, perkembangan teknologi informasi yang tidak terkendali, korupsi, hingga ancaman terorisme.
Menurutnya, pendidikan karakter menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, keluarga, lembaga pendidikan, dan masyarakat.
“Ketahanan bangsa akan sulit terwujud apabila tidak ada kekompakan antara pemerintah dan rakyat,” tegasnya.
Asta Cita Jadi Fokus Pembangunan Nasional
Akademisi Universitas Batam, Fendi Hidayat, dalam kesempatan tersebut memaparkan Program Prioritas Nasional dalam Asta Cita.
Ia menyoroti pentingnya sinergi pembangunan daerah dengan kebijakan nasional agar seluruh program pemerintah dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Menurutnya, Indonesia membutuhkan kepemimpinan yang kuat, tegas, dan visioner untuk membawa bangsa menuju kesejahteraan.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar memahami dinamika global saat ini secara objektif.
“Jangan melihat kondisi hari ini hanya dari satu sudut pandang. Dunia sedang menghadapi perubahan besar, sehingga seluruh komponen bangsa harus bersatu,” ujarnya.
Empat Pilar Kebangsaan Harus Terus Diperkuat
Paparan selanjutnya disampaikan oleh Nining dari Kesbangpol terkait pentingnya penguatan Empat Pilar Kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.
Ia menjelaskan bahwa tantangan utama saat ini datang dari perubahan sosial dan budaya yang berlangsung cepat, seperti homogenisasi budaya, lunturnya kepedulian sosial, degradasi bahasa dan sejarah, serta meningkatnya gaya hidup konsumtif dan hedonis.
Menurutnya, penguatan nilai kebangsaan harus dilakukan secara konsisten agar jati diri bangsa tetap terjaga.
Dandim: Kebersamaan Adalah Kunci
Dalam sambutannya, Komandan Kodim 0316/Batam Letkol Arh Yan Eka Putra.,S.Soel., menegaskan bahwa kegiatan komunikasi sosial ini bertujuan mempererat tali silaturahmi antara TNI dan masyarakat sekaligus menjaga keutuhan NKRI.
Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan nasional membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, dan seluruh elemen masyarakat.
“Kebersamaan adalah kunci. Dengan sinergi yang baik, setiap tugas dan amanah dari pemerintah dapat dilaksanakan secara optimal demi kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Dandim, Batam sebagai wilayah strategis memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan nasional, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun pertahanan wilayah.
Perkuat Kolaborasi untuk Indonesia Maju
Kegiatan Komsos TNI Tahun 2026 ditutup dengan penyerahan cinderamata dari Komandan Kodim 0316/Batam kepada perwakilan Ster Mabes TNI, dilanjutkan dengan sesi foto bersama.
Melalui kegiatan ini, Kodim 0316/Batam menegaskan komitmennya untuk terus membangun komunikasi yang efektif dengan seluruh komponen masyarakat.
Komsos tidak hanya menjadi ruang dialog, tetapi juga wadah memperkuat persatuan, meningkatkan kesadaran kebangsaan, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah.
Dengan sinergi yang solid antara TNI dan masyarakat, cita-cita besar menuju Indonesia maju dan Indonesia Emas diyakini dapat terwujud.

