Kerja bakti rutin jadi sarana memperkuat sinergi TNI dan masyarakat sekaligus menjaga kebersihan lingkungan dari ancaman penyakit berbasis genangan air.
Kodim0316] Upaya menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat terus diperkuat melalui sinergi antara aparat kewilayahan dan warga. Hal ini tercermin dari kegiatan gotong royong yang digelar Babinsa Koramil 03/Nongsa di RT 04 RW 08, Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Minggu pagi.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB itu melibatkan Babinsa 02 Batu Besar, Sertu Husni, bersama Ketua RW, Ketua RT, serta masyarakat setempat. Dengan semangat kebersamaan, mereka bahu-membahu membersihkan lingkungan sebagai langkah nyata menciptakan kawasan yang sehat dan nyaman.
Fokus Bersihkan Saluran dan Cegah Genangan
Kerja bakti difokuskan pada pembersihan sampah, saluran air, serta area yang berpotensi menjadi tempat genangan. Langkah ini dinilai penting, terutama di tengah musim penghujan yang meningkatkan risiko munculnya penyakit berbasis lingkungan.
Saluran air yang tersumbat dan tumpukan sampah kerap menjadi pemicu genangan, yang pada akhirnya dapat menjadi sarang berkembang biaknya nyamuk. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko penyakit seperti demam berdarah, yang kerap muncul saat curah hujan tinggi.
Sertu Husni mengatakan, gotong royong bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk kepedulian bersama terhadap kualitas hidup masyarakat.
“Lingkungan yang bersih adalah kunci utama untuk menjaga kesehatan. Melalui kegiatan ini, kita berupaya mencegah timbulnya penyakit sejak dini,” ujarnya di sela kegiatan.
Dorong Konsistensi dan Kepedulian Warga
Selain melakukan aksi bersih-bersih, Babinsa juga mengingatkan pentingnya konsistensi warga dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ia mendorong agar kegiatan gotong royong dilakukan secara rutin, minimal satu kali dalam sepekan.
Menurutnya, kebersihan lingkungan tidak dapat dijaga hanya dengan kegiatan sesaat, melainkan membutuhkan kesadaran dan keterlibatan aktif seluruh masyarakat secara berkelanjutan.
Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga, khususnya benda-benda yang berpotensi menampung air hujan, seperti botol bekas atau wadah terbuka. Jika dibiarkan, genangan air tersebut dapat menjadi tempat berkembangnya jentik nyamuk.
Perkuat Koordinasi dan Kewaspadaan Lingkungan
Dalam kesempatan itu, Babinsa turut menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi antara warga dan aparat kewilayahan. Ia mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan setiap permasalahan yang muncul di lingkungan.
Menurutnya, respons cepat terhadap persoalan di lapangan dapat mencegah terjadinya gangguan yang lebih besar, baik terkait kesehatan lingkungan maupun keamanan wilayah.
“Koordinasi yang baik antara warga, Babinsa, dan perangkat lingkungan sangat penting agar setiap persoalan bisa diselesaikan secara cepat dan bijak,” katanya.
Disambut Antusias, Perkuat Kebersamaan
Kegiatan gotong royong tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga mengaku terbantu dengan kehadiran Babinsa yang turun langsung ke lapangan, sekaligus termotivasi untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.
Selain berdampak pada kondisi fisik lingkungan, kegiatan ini juga memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas antarwarga. Interaksi langsung antara aparat dan masyarakat dinilai mampu membangun kedekatan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik.
Kerja bakti berakhir sekitar pukul 10.00 WIB dalam keadaan aman dan lancar. Semangat gotong royong yang terbangun diharapkan dapat terus terjaga sebagai budaya positif dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan di wilayah Nongsa.

