Komunikasi sosial antara Babinsa dan petugas Imigrasi Belakang Padang membahas penguatan kerja sama lintas instansi, pengawasan orang asing, pencegahan perdagangan manusia, serta peningkatan akses layanan paspor bagi warga setempat.
Kodim0316] Upaya memperkuat koordinasi lintas instansi dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik terus dilakukan oleh aparat teritorial TNI AD. Babinsa 02 Kelurahan Tanjung Sari, Koramil 05/Belakang Padang, Serka Eko Pranoto melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (komsos) bersama Duta Layanan dan Duta Informasi Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belakang Padang, Rabu (14/1/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belakang Padang yang berlokasi di Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Belakang Padang, mulai pukul 09.00 WIB. Komsos ini menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara TNI dan instansi keimigrasian, khususnya dalam mendukung pelaksanaan tugas masing-masing di wilayah yang memiliki karakter strategis sebagai kawasan perbatasan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Babinsa 02 Kelurahan Tanjung Sari Serka Eko Pranoto, Duta Informasi Kantor Imigrasi Ratna, serta Duta Layanan Monika. Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis dengan fokus pada penguatan koordinasi dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam penyampaiannya, Serka Eko Pranoto menekankan pentingnya menjaga dan mempererat hubungan silaturahmi antarinstansi di wilayah Belakang Padang, khususnya antara Koramil dan Kantor Imigrasi. Menurutnya, sinergi yang baik sangat diperlukan untuk menunjang pelaksanaan tugas pokok masing-masing instansi, terutama dalam pengawasan keberadaan orang asing yang tinggal di wilayah Belakang Padang serta upaya pencegahan tindak pidana perdagangan orang.
“Koordinasi yang baik akan mempermudah pertukaran informasi, khususnya terkait keberadaan warga negara asing dan potensi kerawanan lainnya di wilayah Belakang Padang,” ujar Serka Eko.
Selain aspek pengawasan, Babinsa juga menyampaikan aspirasi masyarakat terkait pelayanan keimigrasian, khususnya dalam pengurusan paspor. Ia berharap agar warga tempatan yang berdomisili di Belakang Padang dapat diberikan kemudahan akses, termasuk kuota khusus dan pendampingan dalam proses pendaftaran pembuatan paspor.
Babinsa juga menekankan perlunya pemberian prioritas layanan bagi kelompok rentan seperti warga lanjut usia, ibu hamil, dan anak-anak, agar proses pengurusan dokumen perjalanan dapat berjalan lebih humanis dan efisien.
Dalam pertemuan tersebut, pihak Imigrasi turut menyampaikan informasi terkait program layanan paspor sehari jadi. Melalui program ini, masyarakat dapat memperoleh paspor dalam waktu singkat dengan membayar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 1.000.000. Program ini dinilai dapat menjadi solusi bagi warga yang membutuhkan paspor secara cepat tanpa harus menunggu lama.
Kegiatan komunikasi sosial ini berakhir sekitar pukul 10.00 WIB dan berlangsung dalam keadaan aman serta tertib. Melalui komsos lintas instansi seperti ini, diharapkan terbangun kerja sama yang semakin solid antara TNI dan Imigrasi dalam menjaga keamanan wilayah, mencegah potensi pelanggaran hukum, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat Belakang Padang.

