Kodim0316] Aksi heroik seorang Bintara Pembina Desa (Babinsa) kembali menjadi sorotan publik. Kali ini datang dari Koramil Sekupang, Kodim 0316/Batam. Seorang Babinsa bernama Sertu Parlindungan Lubis berhasil mengevakuasi seorang nenek berusia 75 tahun yang terjebak banjir di kawasan Perumahan Bukit Melati, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, pada Senin (1/9/2025).
Banjir terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Batam sejak Minggu malam hingga Senin pagi. Curah hujan tinggi membuat debit air sungai di sekitar Bukit Melati meluap. Air dengan cepat merendam rumah-rumah warga dengan ketinggian mencapai 1,2 meter. Aktivitas masyarakat pun lumpuh, sebagian warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Di tengah kepanikan warga, Sertu Parlindungan Lubis yang sedang melakukan pemantauan wilayah segera menerima laporan bahwa ada seorang lansia, Nenek Sumarni, terjebak di dalam rumahnya. Dengan sigap, ia bergegas menuju lokasi.
“Begitu mendapat laporan dari warga, saya langsung bergerak. Arus air cukup deras dan kondisi sangat berisiko, tapi Alhamdulillah proses evakuasi berjalan lancar. Kami berhasil menggendong nenek Sumarni keluar dari rumahnya dan membawanya ke posko pengungsian,” ujar Sertu Parlindungan Lubis.
Aksi heroik itu mendapat apresiasi langsung dari Komandan Koramil Sekupang, Kapten Inf H.P. Siregar. Menurutnya, sikap cepat tanggap Babinsa mencerminkan komitmen TNI untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terlebih saat kondisi darurat.
“Kami bangga dengan tindakan cepat Babinsa yang menunjukkan keberanian dan kepedulian terhadap rakyat. Inilah bukti nyata kemanunggalan TNI dan rakyat, khususnya ketika masyarakat menghadapi musibah,” tegas Kapten HP. Siregar.
Nenek Sumarni saat ini sudah dievakuasi ke posko pengungsian sementara di Balai RW Bukit Melati. Petugas medis juga telah memberikan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kondisi nenek tetap stabil setelah sempat terjebak dalam rumah yang terendam banjir.
Pemerintah Kecamatan Sekupang turut mengapresiasi kerja cepat aparat TNI di lapangan. Camat Sekupang mengimbau warga agar tetap waspada dan tidak menunggu hingga air semakin tinggi untuk mengungsi.
“Kami bersama aparat TNI-Polri dan BPBD terus bersinergi untuk memastikan keselamatan warga. Kami juga meminta masyarakat agar segera melaporkan apabila ada keluarga atau tetangga yang membutuhkan pertolongan,” kata perwakilan Pemerintah Kecamatan Sekupang.
Sementara itu, tim dari Koramil Sekupang dan BPBD Kota Batam masih terus bersiaga, memantau ketinggian air, serta membantu mengevakuasi warga yang rumahnya terdampak banjir.
Bencana banjir kali ini menambah daftar panjang permasalahan lingkungan di Kota Batam, terutama terkait drainase dan kawasan rawan genangan. Meski demikian, aksi cepat aparat di lapangan menjadi bukti nyata bahwa kehadiran TNI tidak hanya dalam bidang pertahanan, melainkan juga dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat di saat bencana.

